Mendagri: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030 Adalah Momen Bersejarah
Mendagri: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030 Adalah Momen Bersejarah

Mendagri: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2025-2030 Adalah Momen Bersejarah

2 minutes, 29 seconds Read

Views: 1

Radar Nusantara, Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa jabatan 2025-2030, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, merupakan momen bersejarah.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tahun 2025 dengan agenda Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Gedung Utama DPRA, Kota Banda Aceh, Rabu (12/2/2025).

“Ini menandai bahwa Aceh, Provinsi Aceh, sudah melahirkan pemimpin baru yang bernama Pak Muzakir Manaf dan Fadhlullah. Dan juga bersejarah karena sangat penting bagi pemerintahan,” katanya.

Mendagri menjelaskan bahwa masa jabatan gubernur definitif sebelumnya berakhir pada 6 Juli 2022. Sejak saat itu, Aceh dipimpin oleh tiga Penjabat (Pj.) Gubernur secara bergantian hingga pelantikan definitif kali ini, yakni Achmad Marzuki, Bustami Hamzah, dan Safrizal ZA.

“Saya ucapkan terima kasih Pak Safrizal, karena mewakili Kemendagri [telah menjalankan tugasnya],” tambahnya.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan, filosofi pemungutan suara serentak pada 27 November 2024 silam bertujuan untuk menyelaraskan masa jabatan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Pemilihan serentak ini merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Dari pemantauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui desk monitoring, Provinsi Aceh menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dengan aman, lancar, dan damai. Dinamika Pilkada di Aceh pun dinilai sebagai salah satu yang terbaik.

Adapun pelaksanaan pelantikan kali ini juga telah sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan undang-undang (UU).

“Aceh memiliki kekhususan tersendiri, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, yang di Pasal 69 [huruf] c, disebutkan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, dilantik oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia di dalam sidang pleno atau paripurna DPR Aceh, di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah,” ujarnya.

Sementara itu, Pasal 70 huruf c dalam UU yang sama mengatur bahwa gubernur melantik bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota dalam sidang DPR Kabupaten/Kota (DPRK) di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah. Mendagri menegaskan bahwa pelantikan ini tidak hanya menandai kepemimpinan baru, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dengan hadirnya kepala daerah definitif.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyinggung rencana retreat kepala daerah yang akan digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarkepala daerah, mengingat pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara terpisah, melainkan butuh kerja sama yang erat.

“Retreat itu kumpul-kumpul dalam rangka saling kenal antargubernur, gubernur dengan bupati, saling akrab, mendengarkan masukan dari pembicara, para menteri, dan lain-lain, KPK dan lain-lain, dan dialog bisa bertanya kepada mereka-mereka, sehingga paling tidak satu visi,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Mendagri mengapresiasi komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih dalam memajukan daerah. Ia juga mengakui adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Aceh. Namun, ia mengingatkan bahwa angka kemiskinan yang masih tinggi menjadi tantangan bagi pemerintahan yang baru.

Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. Menurutnya, keamanan harus dirawat secara berkelanjutan, sebagaimana merawat kesehatan.

“Yang terpenting adalah menjaga stabilitas politik dan keamanan, karena tanpa itu, apa pun itu, inovasi, keinginan, visi-misi, mau memajukan rakyat enggak akan pernah terbentuk karena pembangunannya tidak jalan,” pungkasnya.

Radar Terpopuler

Ajarkan Cara Berhitung Dengan Penuh Kegembiraan, Satgas Yonif 131/BRS Belajar Bersama Murid-Murid Di SD Kampung Mosso, Perbatasan Papua
Ajarkan Cara Berhitung Dengan Penuh Kegembiraan,...
Radar Nusantara, keerom - Keterlibatan Satgas Pamtas Yonif...
Read more
Afner Minta Danpomdam I BB Segera Konfrontirkan Terlapor Perzinahan Dengan Saksi
Afner Minta Danpomdam I BB Segera...
Radar Nusantara, Medan -Setelah menyurati Presiden Prabowo, Panglima...
Read more
Himmarfi Adakan Pameran dan Workshop Fotografi di Stikosa AWS
Himmarfi Adakan Pameran dan Workshop Fotografi...
Radar Nusantara, Surabaya – Rangkaian kegiatan fotografi yang...
Read more
Plh. Ketua PGRI Sumut, Ilyas : Kita ajak Bank Daerah Membersamai PGRI Dalam Membantu Pendidikan
Plh. Ketua PGRI Sumut, Ilyas :...
Radar Nusantara, Jakarta - Di tengah pesatnya perkembangan...
Read more
Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto Meninjau Langsung ke Tempat Produksi Kendaraan Maung di Bekasi
Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto Meninjau...
Radar Nusantara, Bekasi, Jawa Barat - Kepala Staf...
Read more
Efisiensi APBN: Anggaran Lebih Optimal untuk Kepentingan Rakyat
Efisiensi APBN: Anggaran Lebih Optimal untuk...
Radar Nusantara, Bandung, Jawa Barat - Presiden Prabowo...
Read more
Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan Dengan Upacara Kenegaraan di Istana
Presiden Prabowo Sambut Presiden Erdogan Dengan...
Radar Nusantara, Bogor, Jawa Barat - Presiden Republik...
Read more
Pendidikan Berkualitas: Titiek Soeharto Ajak Semua Pihak Dukung Program MBG
Pendidikan Berkualitas: Titiek Soeharto Ajak Semua...
Radar Nusantara, Jakarta - Di tengah pesatnya perkembangan...
Read more
Aulia Lia

Aulia Lia

NO ID : 030-01-01-2020 Berlaku S/D 01-01-2028Media : Radar NusantaraWeb : https://www.radarnusantara.my.id

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *